Mitos dan Fakta Vegetarian yang Perlu Diketahui

mitos-dan-fakta-vegetarian

Gaya hidup vegetarian sedang menjadi tren bagi masyarakat karena alasan kesehatannya. Namun, ada banyak sekali mitos dan fakta vegetarian yang simpang siur. Oleh karena itu, kita akan membahasnya pada artikel ini.

Mitos dan Fakta Vegetarian

Untuk mencegah mitos dan fakta yang simpang siur di masyarakat, Lusia Anggraini seorang vegetarian yang juga seorang dokter mengungkapkan beberapa mitos vegetarian pada acara Talkshow vegan festival yang diselenggarakan di Jakarta pada 20 Juli 2019 lalu. Berikut beberapa mitos vegetarian yang disampaikannya:

Mitos pertama : Vegetarian hanya cocok untuk orang dewasa

Banyak orang beranggapan bahwa vegetarian hanya cocok untuk orang dewasa. Berbeda dengan Luisia, dia menyampaikan bahwa vegetarian cocok untuk di lakukan oleh semua orang dan segala usia. Dikutip dari pengalamannya sendiri, pernah datang seorang pasien ibu-ibu vegetarian yang sedang mengandung.

Itu menunjukkan bahwa ibu tersebut sudah menerapkan vegetarian untuk anaknya sejak di dalam kandungan. Selama kandungan gizi yang dikonsumsi setiap harinya mencukupi kebutuhan nutrisi harian tubuh, tidak ada batasan usia untuk seorang vegetarian, karena gizi yang dikonsumsi juga sama. Yang berbeda hanya gaya hidup dan pola makannya saja.

Vegetarian rentan akan osteoporosis

Ada jenis vegetarian yang tidak mengonsumsi susu, sehingga beredar mitos tentang kerentanan vegetarian mengalami osteoporosis atau tulang keropos. Dikutip dari tempo, informasi tersebut sebenarnya kurang tepat, karena kalsium yang biasanya didapat dari susu bisa diganti dengan kalsium yang berasal dari sayuran hijau seperti brokoli, bayam dan sawi hijau. Ini akan menjadi fakta jika Anda tidak mengganti kebutuhan kalsium susu tersebut.

Kekurangan gizi

Pada acara vegan festival 2019, Lusia mengungkapkan bahwa banyak orang yang beranggapan bahwa vegetarian kekurangan gizi. Hal ini terjadi karena permasalahab pribadi seorang vegetarian tersebut karena kurang mengerti atau tidak mengerti pola vegetarian yang benar.

Menurut Lusia, produk nabati sebenarnya sama-sama dapat melengkapi kebutuhan gizi tubuh asalkan disesuaikan dengan kebutuhan gizi Anda sendiri. Tubuh membutuhkan protein, lemak dan karbohidrat setiap harinya untuk membantu aktivitas Anda menjadi lancar.

Bagi Anda seorang vegetarian, Anda bisa mensiasati hal tersebut dengan mengonsumsi kacang-kacangan sebagai sumber protein, alpukat sumber lemak dan kentang atau ubi sebagai sumber karbohidrat. Itu hanya sebagian, Anda bisa membaca 7 Sayuran Paling Sehat Untuk Vegetarian, agar lebih mengetahui sayuran yang cocok untuk vegetarian.

Mitos dan fakta vegetarian terakhir : Semua vegetarian mengonsumsi makanan sehat

Ini juga bisa menjadi mitos atau fakta vegetarian. Kenapa? karena banyak sekali makanan tidak sehat yang dapat dikonsumsi seorang vegetarian. Misalnya saja gorengan (tahu, tempe) ini bisa menjadi sumber lemak jahat bagi tubuh Anda, sehingga tidak ada kepastian vegetarian mengonsumsi makanan sehat. Ini semua tergantung Anda sendiri yang mengatur pola makan agar dapat menjaga kesehatan sesuai dengan manfaat besar ketika menjadi seorang vegetarian.

Makanan vegetarian tidak enak

Banyak yang berpendapat bahwa makanan seorang vegetarian terlalu hambar dan tidak enak, karena kelihatannya vegetarian hanya mengonsumsi sayuran. Sebenarnya, vegetarian bukan cuma bisa mengonsumsi sayuran saja, tetapi Anda bisa mengubahnya agar menjadi makanan yang enak dengan sekekali mengunjungi restoran penyedia menu vegetarian dan kemudian mencoba menirukan resepnya didapur sendiri.

Kesimpulan

Terdapat banyak sekali mitos dan fakta vegetarian yang beredar di masyarakat. Kebanyakan mitos itu terjadi karena kesalahan diri sendiri, misalnya saja kurang memerhatikan menu makanan yang benar-benar sehat sesuai dengan kebutuhan nutrisi harian tubuh Anda.

Jika Anda seorang vegetarian pemula, ada baiknya membaca Panduan Lengkap Rencana Diet Vegetarian Bagi Pemula agar dapat lebih memahami dan konsisten menjadi vegetaran nantinya.

Jika Anda suka, jangan lupa untuk bagikan :

Anda mungkin juga suka

About the Author: Nikita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *